Senin - Jumat : 08.00 - 23.00
Sabtu : 09.00 - 20.00
Minggu : 10.00 - 21.00

Bagaimana Proses Pencetakan Buku di Percetakan?

proses pencetakan buku di percetakan
Share:

 

Proses Pencetakan Buku – Apakah anda tahu bagaimana buku-buku di produksi?

Dalam industri perbukuan, proses pencetakan buku merupakan proses ketika mesin percetakan memindahkan tulisan atau gambar, baik secara satuan maupun massal ke atas kertas dengan menggunakan tinta.

Ada setidaknya 3 tahap penting terkait pencetakan dari naskah tulisan atau gambar menjadi buku. Ketiga tahap meliputi proses pra cetak, proses produksi atau pencetakan dan proses finishing.

Nah bila anda ingin mencetak buku, sebaiknya ketahui dulu alurnya. Supaya nanti anda dan pihak percetakan sama-sama nyaman, karena tidak sedikit orang yang ingin cetak buku selalu buru-buru, namun ketika ditanya tentang datanya (filenya) ternyata belum siap cetak.

 

Jadi oleh karena itu, hari ini kami akan berbagi pengetahuan seputar …

 

Proses Pencetakan Buku di Percetakan

 

Untuk anda pahami, buku-buku yang anda baca telah melewati proses panjang, mulai dari penulisan naskah, layouting, imposisi, produksi, hingga penyortiran.

Berbeda dengan cetak poster, cetak spanduk, ataupun cetak stiker yang lebih sederhana, pengerjaan sebuah buku jauh lebih kompleks.

 

Singkat kata…

 

Proses pencetakan buku lebih ribet dari produk cetak lainnya

 

Nah supaya anda lebih mudah memahami alurnya, berikut akan kami uraikan prosesnya, mulai dari proses:

 

1. Pra Cetak

Proses pra cetak merupakan proses menyiapkan file yang akan dicetak. Pengerjaan mencakup persiapan bidang cetak, pengecekan terhadap kelengkapan data, ketepatan warna, imposisi dan output menuju plat.
Langkah-langkah pra cetak ini ada empat yakni :

 

Pertama, Desain

Ini adalah proses pengolahan gambar, ukuran file, warna, spesifikasi dan konten. Anda mengenal istilah ini sebagai pre media untuk menyiapkan teks dan gambar sebelum publikasi.

Lebih detail lagi, proses desain mencakup 4 hal yaitu:

  • Teks. Dalam mempersiapkan teks, desainer memperhatikan format penulisan, ukuran huruf, tipe huruf, tebal huruf, kolom, tabulasi dan tanda-tanda khusus.
  • Image/ Foto
  • Gambar/Vektor
  • Ukuran bidang desain

Dalam mendesain gambar dan foto, desainer akan proses desain dengan melibatkan software grafis berupa Adobe Photoshop, CorelDraw, Illustrator dan InDesign.

Hal penting yang diperhatikan oleh desainer dalam memetakan gambar adalah penggunaan mode warna dalam gambar dan foto, serta kerapatan pixel-nya.

 

proses cetak buku dengan mesin offset

 

Kedua, Layout

Yaitu mengatur letak teks dan gambar (ilustrasi, foto,grafis), menyusun halaman, memilih jenis dan ukuran huruf, menetapkan warna yang sesuai serta mengatur tampilan sedemikian mungkin sehingga tidak terjadi ketimpangan.

Pengaturan komposisi gambar dan foto mengharuskan seorang layouter untuk cakap menggunakan software penting berupa Adobe In Design, Adobe FrameMaker, Corel Ventura, Adobe PageMaker, Microsoft Publisher, Quark Xpress karena pengerjaannya menggunakan komputer untuk urusan grafika.

Kerja seorang layouter terhadap gambar dan foto hanya untuk meneliti hasil kerja desainer sebelumnya.

Dalam mengatur komposisi teks, layouter berhubungan dengan pengaturan huruf.

  • Tipe huruf. Meliputi bentuk huruf ukuran huruf, dan lebar huruf dan tingkat keterbacaannya.
  • Kata. Yang termasuk dalam komposisi kata untuk dilayout adalah header dan spasi.
  • Baris. Merupakan susunan kata-kata yang dipisahkan oleh spasi.
  • Kolom. Susunan sejumlah baris kata pada lebar tertentu disebut sebagai kolom. Sebagai perbandingan, lebar kolom pada majalah dan koran lebih sedikit ketimbang buku.
  • Garis. Penggunaan garis biasanya untuk membagi, mengelompokan dan menghubungkan teks.

 

Ketiga Proofing

Yakni menjajal hasil desain dengan print percobaan. Proses ini merupakan simulasi cetak untuk mengetahui apakah semua elemen hasil desain telah layak cetak baik itu warna maupun konten yang ada.

Anda menyebutnya dengan istilah mock-up, namun sebagian besar orang percetakan menyebut ini dengan dummy.

Percaya atau tidak proses pencetakan buku akan lebih mudah jika ada dummy, sebaliknya tanpa ada dummy maka proses pencetakan buku rawan salah.

Jadi proses ini penting. karena hasil proofing nantinya akan menjadi acuan untuk cetak massal. Kesalahan-kesalahan yang biasa muncul dari hasil proofing biasanya :

  • Missing font. Beberapa font mungkin gagal terbaca oleh komputer komputer. Salah satu penyebabnya dan paling sering terjadi karena anda menggunakan font khusus.
  • Gambar dalam bentuk JPEG dan GIF tidak terbaca dengan baik oleh mesin cetak. Kualitasnya rusak. Jadi gunakan format gambar dalam bentuk lain.
  • Missing graphics (missing link). Ini berlaku jika format gambar terpisah dari folder.
  • Sebagai informasi tambahan, proses proofing ini bisa dengan cara konvensional berupa progressive proof ataupun secara digital.

 

Saat ini banyak yang telah meninggalkan proofing konvensional.

Menggunakan digital printing banyak keunggulannya, dan yang paling penting adalah hasil cetak dan hasil proof tidak terlalu jauh berbeda. Dengan mesin tertentu, Akurasinya cukup tinggi.

 

Keempat, Plate Making atau Membuat Cetak Plat

Proses ini merupakan proses membuat sebuah plat cetak dari data yang telah diolah. Membuat plat cetak juga sudah beralih dari sistem konvensional ke digital. Dengan menggunakan komputer, teknologi saat ini telah memungkinkan untuk langsung mencetak ke atas plat. Jadi tidak lagi menggunakan film topografi seperti sebelumnya.

Sebutan lain dari sistem ini adalah Computer to Plate atau CTP. Hanya diperlukan 3 komponen dasar dalam CTP, yakni:

  • Komputer, selain sebagai penyimpan data juga berguna untuk imposisi, dan raster image processor (RIP).
  • Imaging system, memiliki plat imagesetter berupa laser untuk mengirim data dari komputer ke plat cetak.
  • Printing plat, yakni plat cetak.

Cara kerja CTP sebagai berikut:

  •  Input data yang telah diolah
  • Data akan masuk ke workstation untuk di-imposisikan menjadi dummy
  • Data dummy kemudian di-proofing untuk melihat hasilnya apakah sudah layak cetak
  • Setelah data cocok antara hasil proofing dan data asli pada workstation, maka data dibuatkan plat menggunakan mesin platesetter untuk menjadi plat siap cetak.

 

2. Produksi atau Pencetakan Buku

Ini merupakan proses pemindahan tulisan atau gambar dari mesin cetak ke atas kertas. Plat yang sudah dibuat akan diletakan ke dalam mesin cetak. Mesin cetak membuat 3 langkah kerjanya yakni:

  • Melapisi plat dengan tinta
  • Meletakkan media cetak pada plat
  • Melakukan pencetakan pada media melalui transfer tinta ke media cetak dari plat.

proses cetak buku

Dalam pencetakan, sistem kerja mesin cetak dapat digambarkan dengan sederhana. Operator akan memasang Plat cetak pada roll. Roll berputar sambil memindahkan data yang tercetak pada plat ke atas media (kertas) melalui tinta yang melapisi plat.

 

Proses pencetakan buku di percetakan selanjutnya adalah :

 

3. Finishing

Isi buku yang baru selesai produksi yang masih berupa lembaran akan masuk tahap finishing.
Kemudian hasil cetakan disusun, dirapihkan setelah itu buku masuk proses penjilidan (binding), dan yang terakhir – agar buku lebih rapih maka semua sisi paling luar akan dipotong.

 

proses finishing buku

Secara detailnya, proses finishing kerangka meliputi:

  1. Potong dan sisir kertas. Bertujuan untuk merapihkan dan memotong sisi bagian luar buku.
  2. Foil. Bertujuan memberikan efek terhadap hasil cetakan misalnya mengkilatkan tulisan dengan warna tertentu.
  3. Embossed. Bertujuan menghiasi hasil cetakan baik berupa gambar maupun tulisan.
  4. Laminating. Melapisi kerts cetak dengan bahan plastik agar hasil cetak lebih awet.
  5. Pond. Bertujuan menghasilkan kertas hasil cetak dengan variasi potongan sesuai kebutuhan, misalnya menghasilkan format untuk lipatan amplop.
  6. Lem. Bertujuan menyatukan beberapa kertas hasil cetakan untuk membentuknya dalam satu kesatuan misalnya untuk buku, majalah dll.

Singkatnya, finishing ini merupakan pekerjaan terakhir berupa penjilidan, lipat susun, menjahit, nomorator, membungkus dan lain sebagainya.

Demikian secara singkat proses pencetakan buku di percetakan. Secara garis besar, pencetakan saat ini telah banyak menggunakan metode digital menggunakan komputer.

Metode konvensional perlahan-lahan mulai ketinggalan sebagai akibat dari teknologi, yang mana menggunakan metode digital memangkas waktu produksi secara signifikan serta memiliki akurasi yang lebih tinggi ketimbang metode konvensional.

Namun satu yang perlu anda pahami, kedua metode ini sama-sama punya kelebihan dan pun kekurangan.

 

Saran terbaik untuk Anda…

Bila oplagh buku anda tidak sampai 500 eksemplar –  gunakan Mesin Digital. Bila lebih dari itu maka mesin offset jadi pilihan.

 

Selanjutnya. Jika budget anda agak terbatas, maka cetak buku murah ini bisa jadi solusi.

Notice: dilarang menjiplak & menyalin artikel
semua content [terdaftar & dilindungi DMCA google]
subur print

subur print

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Open chat
Hallo, ada yang bisa kami bantu ?